Menu




Fertilisasi invitro

Fertilisasi invitro :
Fertilisasi In Vitro (Bahasa Inggris: In Vitro Fertilisation) atau Bayi Tabung adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Dilihat dari artinya, in vitro berarti ‘in glass’ atau di dalam gelas. Jadi, proses IVF adalah proses fertilisasi yang dilakukan di laboratorium, bukan di dalam tubuh wanita. Pada umumnya, teknik IVF digunakan oleh pasangan suami istri yang sulit memiliki keturunan. Sebab-sebabnya antara lain karena kualitas sperma yang buruk, masalah ovulasi, atau masalah interaksi sel telur dan sperma.

Fertilisasi in vitro atau dikenal dengan teknik bayi tabung sesungguhnya adalah teknologi teknologi reproduksi yang tidak begitu sulit. Prosesnya hampir sama dengan fertilisasi eksternal. Prosesnya hampir sama. Sel-sel telur yang akan dibuahi diambil dari ibu. Sel telur tersebut diseleksi untuk diambil yang mutunya paling baik. Sperma juga diambil dari ayah. Sel telur dan sperma kemudian dipertemukan dalam cawan petri yang berisi medium nutrien. Keadaan medium nutrien disesuaikan dengan keadaan seperti di dalam tubuh. Sperma akan membuahi sel telur dan terbentuklah zigot. Zigot berkembang menjadi embrio. Setelah embrio berumur 2 – 5 hari, embrio ditanam (nidasi) di dinding rahim (uterus). Embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim sampai siap untuk dilahirkan.

Teknologi ini dirintis oleh Patrick Christopher Steptoe dan Robert Geoffrey Edwards pada tahun 1977. Prosedur pertama kali berhasil dilakukan di Inggris pada tahun 1978, dimana sebelumnya Edwards sudah aktif melakukan penelitian untuk mencari solusi alternatif fertilisasi sejak tahun 1966.

Bayi pertama hasil FIV adalah Louise Joy Brown yang dilahirkan di Inggris pada pukul 11.47 tanggal 25 Juli tahun 1978 di Oldham General Hospital melalui operasi caesar yang telah direncanakan sebelumnya. Louise Joy Brown lahir dengan berat 2,608 kg.

Penanganan terkini dalam pengobatan masalah kesuburan terdiri dari beberapa tahap. Hal ini merupakan tahap pertama Teknologi Reproduksi Dibantu dikembangkan dan paling banyak dipergunakan saat ini. Prosedur berikut ini adalah proses yang paling efektif dalam penaganan beragam masalah kesuburan, khususnya penyumbatan saluran tuba atau masalah pada sperma.

Prosedur Bayi Tabung :
Berikut adalah tahapan prinsip yang umumnya diterapkan klinisi anda dalam menjalankan program IVF. Setiap pasien akan mempunyai pendekatan klinis yang individual

Tahap 1
Proses stimulasi yang umumnya menggunakan obat hormonal dimana diharapkan satu siklus program akan terdapat 5-10 folikel telur yang berkembang.
Tahap 2
Proses supresi dari ovulasi dengan harapan telur tidak pecah secara alami. Obat yang digunakan umumnya adalah GnRH agonist (long protocol) atau GnRH antagonist (short protocol).
Tahap 3
Saat telur telah sepenuhnya matang, telur diambil dari indung telur wanita melalui tindakan minor yaitu Ovum Pick Up (OPU).
Tahap 4
Sel-sel telur tersebut kemudian ditempatkan di dalam cawan laboratorium, yang kemudian dibuahi oleh sperma.
Tahap 5
Setelah beberapa hari, embrio dimasukan kembali ke dalam rahim, yaitu proses Embryo Transfer (ET).


Satu siklus pada umumnya akan menghasilkan sejumlah sel telur yang dikumpulkan di mana tingkat fetilisasinya mencapai 70%. Selain dari itu, embrio lainnya akan terus dikultur hingga hari ke-3 (D3) atau di-blastocyst berdasarkan situasi klinis yang dihadapi. Kami menerapkan transfer embrio dalam jumlah sedikit, namun cukup terbiasa dengan 2 atau 3 embrio akan ditransfer dengan memberikan pengertian kepada pasangan tentang risiko kehamilan ganda.

Setelah transfer embrio, bila terdapat sisa embrio dengan kualitas terbaik kami akan lakukan pembekukan terhadap sisa embryo tersebut, untuk disimpan hingga digunakan untuk rencana mendapatkan anak berikutnya.

Intra-Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI):

ICSI adalah prosedur mikromanipulasi di mana sperma tunggal disuntikkan ke dalam telur. Teknik ini dilakukan untuk mengatasi masalah infertilitas pada pria atau di mana sperma tidak memilki kemampuan untuk menembus dinding sel telur. Jika telur berhasil dibuahi, embrio selanjutnya dimasukkan ke dalam rahim untuk menjadi tempat berkembangnya janin sebagaimana keberadaan alaminya.